Gunungkidul, 15 Oktober 2026 – PT Widodo Makmur Unggas Tbk (WMU) menerima kunjungan Menteri Pertanian Republik Indonesia, Andi Amran Sulaiman, di fasilitas peternakan WMU yang berlokasi di Tonggor, Semanu, Gunungkidul, Daerah Istimewa Yogyakarta. Kunjungan ini bertujuan untuk meninjau secara langsung proses produksi dan rantai pasok komoditas ayam dan telur dari hulu hingga hilir, menyusul anomali harga yang dinilai belum sesuai dengan harga acuan.
Dalam kunjungan tersebut, Menteri Pertanian mengapresiasi pendiri Widodo Makmur Group, Tumiyono, atas kiprahnya selama 32 tahun dalam mengembangkan usaha peternakan dan pangan serta kontribusinya dalam penyerapan tenaga kerja. “Kami bersyukur masih ada pengusaha seperti Pak Tumiyono yang telah berjuang selama 32 tahun. Kami apresiasi. Ini harus dijaga dengan baik supaya bisa terus eksis, karena usaha seperti ini mempekerjakan banyak orang,” ungkapnya.
Menteri Pertanian menegaskan pentingnya evaluasi menyeluruh terhadap rantai distribusi guna memastikan mekanisme perdagangan berjalan secara adil dan tidak merugikan peternak maupun konsumen. “Kami sudah menyurat kepada Bapak Kapolri atas keluhan produsen dan konsumen agar persoalan ini bisa segera diperbaiki,” ujar Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman.
Lebih lanjut, Menteri Pertanian menegaskan bahwa pemerintah bersama satuan tugas terkait akan memeriksa rantai pasok dari hulu hingga hilir, mulai dari produsen hingga konsumen, guna mengidentifikasi permasalahan dan memastikan perdagangan berjalan adil tanpa merugikan pihak mana pun, khususnya peternak. “Kami akan cek dari hulu ke hilir dengan melibatkan satgas untuk mengecek satu per satu. Tidak boleh ada yang tersakiti, terutama peternak,” tegasnya.
Bagi WMU, kunjungan ini menjadi momentum untuk memperkuat sinergi antara pemerintah dan pelaku usaha dalam menjaga keberlanjutan industri peternakan nasional. Sebagai perusahaan perunggasan terintegrasi, WMU menjalankan kegiatan usaha mulai dari pembibitan, penetasan, peternakan komersial, hingga pemotongan dan pengolahan produk unggas. Melalui integrasi tersebut, WMU berkomitmen mendukung ketersediaan protein hewani serta mendorong ekosistem industri yang sehat, berkelanjutan, dan berkeadilan bagi seluruh pelaku rantai pasok.
Sejalan dengan komitmen tersebut, WMU turut mendorong inklusi sosial melalui penyerapan tenaga kerja lokal dan pemberian kesempatan yang adil bagi masyarakat setempat untuk berpartisipasi dalam industri perunggasan, baik melalui peluang kerja maupun keterlibatan dalam rantai pasok. Dengan demikian, kehadiran WMU diharapkan dapat memberikan manfaat ekonomi bagi masyarakat sekaligus mendukung pertumbuhan daerah yang inklusif dan berkelanjutan.
WMU berharap penguatan pengawasan dan koordinasi antara pemerintah serta pemangku kepentingan dapat mewujudkan distribusi yang lebih transparan dan adil, menjaga keberlangsungan usaha peternak, serta memastikan masyarakat memperoleh pangan dengan harga yang wajar. WMU juga berkomitmen mendukung ketahanan pangan nasional sekaligus mendorong pemerataan manfaat ekonomi, penyerapan tenaga kerja lokal, dan pemberdayaan masyarakat demi pertumbuhan daerah yang inklusif dan berkelanjutan.